Sabtu, 31 Oktober 2015

PENDAPATAN NASIONAL

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.  LATAR BELAKANG
pendapatan nasional merupakan tolak ukur berhasil atau tidaknya suatu Negara meningkatkan pertumbuhan ekonominya. Pendapatan nasional adalah proses kenaikan kapasitas mendapatkan upah, laba atau gaji dari suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan Suatu Negara tersebut. Mengingat konsep pertumbuhan ekonomi sebagai tolak ukur penilaian Pendapatan Nasional dan Pertumbuhan ekonomi nasional sudah terlanjur diyakini serta diterapkan secara luas, maka kita tidak boleh ketinggalan dan mau tidak mau juga harus berusaha mempelajari hakekat dan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi tersebut.
Oleh karena itu mempelajari pendapatan nasional adalah hal yang sangat penting bagi kita semua, karena para ekonom dan politisi dari semua negara, baik negara-negara kaya maupun miskin, yang menganut sistem kapitalis, sosialis maupun campuran, semuanya sangat mendambakan dan menomorsatukan pertumbuhan ekonomi (economic growth).

1.2.  RUMUSAN MASALAH
1)      Pengertian Pendapatan Nasional
2)      Konsep-konsep Pendapatan Nasional
3)      Penghitungan Pendapatan Nasional

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.  Pengertian Pendapatan Nasional
Pendapatan Nasional adalah  Salah satu tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai kondisi perekonomian suatu negara. Tujuan dari perhitungan pendapatan nasional ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat ekonomi yang telah dicapai dan nilai output yang diproduksi, komposisi pembelanjaan agregat, sumbangan dari berbagai sektor perekonomian, serta tingkat kemakmuran yang dicapai (Sukirno, 2008, p55). Selain itu, data pendapatan nasional yang telah dicapai dapat digunakan untuk membuat prediksi tentang perekonomian negara tersebut pada masa yang akan datang. Prediksi ini dapat digunakan oleh pelaku bisnis untuk merencanakan kegiatan ekonominya di masa depan, juga untuk merumuskan perencanaan ekonomi untuk mewujudkan pembangunan negara di masa mendatang (Sukirno, 2008, p57).
Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara (Sukirno, 2008, p36). Pengertian berbeda dituliskan dengan huruf besar P dan N, dimana Pendapatan Nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh faktor produksi yang digunakan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam suatu tahun tertentu (Sukirno, 2008, p36). Terdapat beberapa cara yang digunakan dalam perhitungan pendapatan nasional, yaitu pendapatan nasional bruto dan pendapatan domestic bruto

2.2.       Konse-konsep Pendapatan Nasional
  Pengeluaran Konsumsi (C)
            Pengeluaran konsumsi atau private consumption expenditure meliputi semua pengeluaran rumah tangga dan perseorangan serta lembaga-lembaga swasta bukan perusahaan untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa yang langsung dapat  dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Pembelian barang-barang tahan lama yang baru. Pembelian atas barang-barang yang telah menjadi milik seorang konsumen tidak dapat di anggap sebagai pengeluaran konsumsi, sebab pengeluaran konsumen yang satu, yaitu konsumen pembeli, diimbangi oleh penerimaan konsumen penjual, sehingga nettonya sebesar nol. Bangunan rumah tinggal pada umumnya dikategorikan sebagai pengeluaran investasi.
Pengeluaran Investasi (l)
            Variable ekonomi ini meliputi semua pengeluaran domestic yang di lakukan oleh sector swasta untuk mendirikan bangunan-bangunan baru, mesin-mesin baru beserta perlengkapanya dan perubahan jumlah berbagai macam persediaan perusahaan.
Pengeluaran Pembelian Pemerintah (G)
            jelas bahwa pengeluaran-pengeluaran pemerintah dimana pemerintah secara langsung memperoleh balas jasa atas pengeluaran tersebut, pengeluaran-pengeluaran pemerintah misalnya pembayaran pension, beasiswa, subsidi dalam berbagai bentuknya, dan berbagai macam bantuan financial yang di berikan kepada sector swasta tidak dapat di masukkan ke dalam kategori ini, melainkan harus di masukkan ke dalam kategori transfer pemerintah (Tr).
Expor Netto (X-M)
            Variabel ekonomi agregatif ini merupakan hasil pengurangan nilai total impor (M) terhadap nilai totak ekspor (X). apabila neraca perdagangan dalam keadaan pasif, yaitu nilai impor barang dan jasa lebih besar dari pada nilai ekspor barang dan jasa, maka nilai ekspor netto bertanda negative.
            Akhirnya, dapat pula diketengahkan di sini bahwa bagian kanan perkiraan pendapatan dan produk nasional,isinya dapat diungkapkan dalam bentuk kesamaan matematik yang dapat kitasebut sebagai kesamaan produk nasional atau national product identity:
            Y= C + I + G + (X – M)…………..(2.2.1)
 Penadapatan Nasional Atas Dasar Biaya Faktor Produksi
            Padagaris besarnya biasa di bedakan empat unsure pendapatan nasional, yaitu: upah dan gaji, sewa, bunga, dan laba.
Upah dan Gaji (w)
Upah dan gaji, merupakan pendapatan yang diperoleh rumah tangga keluarga sebagai imbalan terhadap penggunaan jasa sumbertenaga kerja yang mereka gunakan dalam pembentuk produk nasional. Pengertian gaji dan upah tersebut dipakai dalam artian luas, yaitunmeliputi juga didalamnya berbagai macam penerimaan karyawan dalam bentuk lainya, seperti misalnya tunjangan keluarga, tunjangan perumahan, tunjangan perawatan sakit, dan sebagainya. Oleh karena itulah mudah difahami bahwa sementara penulis menyarankan penggunaan istilah yang lebih luas cakupanya, yaitu istilah kompensasi untuk karyawan atau compensation of employees.
Sewa (r)
Pendapatan sewa atau rental income meliputi semua macam sewa atas pemakaian aktiva tetap oleh fihak lain atau oleh pemiliknya sendiri, kecuali kalau fihak penerimasewa atau pemakai-pemilik aktiva tetap tersebut merupakan perusahaan, yang sisa hasil usahanya sudah tergolong ke dalam kategori laba.
Bunga (i)
Variable ekonomi agregatif ini meliputi semua pembayaran bunga modal pinjaman yang dibayar oleh sector swasta, baik sector keluarga maupun sector perusahaan. Sedangkan bunga yang dibayar oleh pemerintah atas hutang pemerintah kepada masyarakat tidak tertmasuk pendapatan bunga melainkan kita kategorikan sebagai transfer pemerintah.
Laba (p)
            Dalam perkiraan pendapatan dan produk nasional, pada umumnya dibedakan :
(a)    Laba perseorangan atau proprietors’ income, yaitu laba yang diperoleh oleh perusahaan-perusahaan yang tidak terbentuk badan hukum, dan
(b)   Laba perseroan atau corporate profit, yaitu laba yang diperoleh oleh perusahaan-perusahaan yang terbentuk badan hukum.
Akhirnya uraian dalam sub-sub ini dapat disarikan dalam bentuk kesamaaan pendapatan nasional atas dasar biaya faktor produksi sebagai berikut :
     Y at factor =  Yw + Yr + Yi + Yp ………………(2.3.1)


2.3.  Penghitungan Pendapatan Nasional
. Metode Produksi
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan
jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam
periode tertentu
Y = [(Q1 x P1) + (Q2 x P2) + …(Qn x Pn)]
b. Metode Pendapatan
Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh
penerimaan rent (sewa), wage (upah/gaji), interest (bunga), profit (laba) yang diterima oleh pemilik factor
produksi adalam suatu negara selama satu periode.
Y=r + w + i +p
c. Metode Pengeluaran
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh pengeluaran
yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT
Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun.
Y = C + I + G + (X – M)





















BAB II

PENUTUP

KESIMPULAN

Pendapatan nasional adalah jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh penduduk dalam suatu negara selama satu tahun. Faktor yang mempengaruhi pendapatan nasional Indonesia adalahPermintaan dan penawaran agregat, Konsumsi dan tabungan, Investasi. Produk Nasional Bruto (PNB)/Gross National Product (GNP) adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara baik yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri. dirumuskan sebagai berikut : PNB = PDB + Pendapatan Neto dari luar negeri (Net Factor Income from Abrood).
Net National Product atas dasar harga pasar adalah GNP dikurangi depresiasi/penyusutan atas barang modal dalam proses produksi selama satu tahun.Rumusnya adalah : NNP = GNP – Depresiasi. Net National Income (NNI) adalah NNP dikurangi pajak tidak langsung yang dipungut pemerintah, atau jika kita menghitung dari GNP dapat kita rumuskan: NNI = GNP - Depresiasi - Pajak tidak langsung. Personal Income adalah pendapatan yang diterima oleh setiap lapisan masyarakat dalam satu tahun. Rumus PI adalah : PI = NNI - (Laba ditahan + pajak perseorangan + iuran jaminan sosial + transfer payment).
Disposible Income adalah Personal Income setelah dikurangi pajak langsung (misalnya pajak bumi dan bangunan, pajak kendaraan bermotor dan sebagainya). Rumus DI adalah :  DI = PI - Pajak Langsun. Pendapatan per kapita Indonesia jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara, ternyata masih termasuk rendah.
Secara umum pada tahun 1998 pertumbuhan PNB Riil Per Kapita di dunia mengalami penurunan sebagaimana halnya Indonesia kecuali negara-negara tertentu seperti Amerika Serikat, Jerman, Kanada dan Perancis. Hal ini terjadi, karena di dunia yang arus globalisasinya semakin gencar, kejadian atau masalah yang terjadi di suatu negara atau kawasan tertentu akan berdampak pula pada negara lainnya.



DAFTAR PUSTAKA

Eko, Yuli. 2009. Ekonomi  1 : Untuk SMA dan MA Kelas  X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.
www.google.com
Mulyati, sri Nur dan Mahfudz, Agus dan Permana, Leni. 2009. Ekonomi 1 : Untuk Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Kelas X. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta.
Roshidi  Suherman. Pengantar Teori Ekonomi.surabaya: Raja Wali Pers, 2009.







Perekonomian jilid 3 dan jilid 4

PEREKONOMIAN JILID 3 DAN JILID 4





UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Ekonomi Moneter
Yang dibina oleh Dra. Irfah Rasyida. MM




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCrpCVG2fcW6dgObF3lHZnGsG-LCEVlz4v3EM1-dVscWT-o9JzO44q2IgeS0RJjG9JGeUB61h0Hb6asc8jCcjDV5xci3GUHc9NKxSM4RzwDu0aF7w1fa0l5Skw71MuC8lQXAdznyN5BJ5V/s1600/download.jpg
 













Oleh:
  Wahyu Zidni Maghfiroh (13187203054)





STKIP PGRI PASURUAN
Jl Ki Hajar Dewantara 27-29 Pasuruan
Telp.(0343) 421948 Fax. (0343) 41108






Perekonomian Jilid 3 dan Jilid 4
            Untuk mengatasi dampak pelemahan ekonomi yang tengah melilit perekonomian Indonesia, pemerintah meluncurkan paket kebijakan ekonomi jilid 3 dan jilid 4. Jenis kebijakan ekonomi jilid tiga ini untuk melengkapi dua paket kebijakan ekonomi yang sudah di lansir Presiden Joko Widodo pada September 2015 lalu. Melalui dua paket kebijakan terdahulu, pemerintah melakukan berbagai cara untuk memperbaiki iklim usaha dan mempermudah perizinan usaha.
            Untuk kali ini, pemerintah menambahkan 1 hal lagi selain kemudahan dan kejelasan usaha, yaitu menekan biaya. Paket kebijakan ekonomi jilid 3 ini mencakup 3 hal:
1.     Penurunan harga BBM, Listrik, dan Gas
Pada penurunan 3 komponen ini adalah yang paling utama dalam kebutuhan masyarakat, setiap hari aktivitas kita tidak luput dari 3 hal tersebut.
2.     Perluasan penerima KUR
Untuk meningkatkan akses wirausahawan kepada kredit perbankan, melalui program KUR, Pemerintah telah menurunkan tingkat bunga KUR dari sekitar 22 persen menjadi 12 persen. Dengan kebijakan ini, bank-bank yang menyalurkan KUR didorong melakukan upaya pro-aktif menawarkan kepada yang bersangkutan, sehingga akan meningkatkan peserta KUR sekaligus mendorong tumbuhnya wirausahawan-wirausahawan baru.
3.     Penyederhanaan Izin Pertahanan untuk Kebijakan Penanaman Modal.
Pemerintah juga katanya melakukan langkah penyederhanaan izin, memperbaiki proses kerja perizinan, memperkuat sinergi, peningkatan kualitas pelayanan, serta menggunakan pelayanan yang berbasis elektronik. Kebijakan dalam hal ini lebih efisien waktu, seperti permohonan mendapatkan informasi tentang ketersediaan lahan yang semula bisa di lakukan dalam waktu 7 hari menjadi 3 jam, sangat efisien sekali.

Kemudian pada perekonomian jilid 4 berfokus pada kesejahteraan pekerja. Antara lain formula Upah Minimum Provinsi (UMP), memperluas penyaluran KUR khususnya bagi pekerja yang terkena PHK dan pemberian kredit modal kerja untuk usaha mikro, kecil dan menengah. Hanya yang disesalkan paket kebijakan I-III untuk pengusaha dan paket IV juga untuk kepentingan pengusaha, bukan buat buruh. Ini hanya manipulasi pemerintah, karena kebijakan upah kenaikannya hanya berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) M Rusdi pihaknya meminta revisi perubahan jumlah komponen kebutuhan hidup layak (KHL) baik secara kuantitas maupun kualitas. "Problemnya kalau gunakan frmula inflasi, base line upah kita ini jauh tertinggal dari negara sekitar seperti Thailand, Filipina maupun China yang baseline jauh lebih tinggi," jelasnya.
Probelm kedua, dengan upah hanya Rp1,1 juta atau Rp2,7 juta, maka jika dinaikkan berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang sekitar 10%, maka upah yang didapatkan pekerja hanya sekitar Rp3 juta per bulan. Dia menjelaskan, kualitas KHL item seperti sewa rumah saat ini pada kisaran Rp300-Rp700 ribu per bulan, atau jauh di bawah dari yang diinginkan para buruh. "Idealnya yang kita minta itu cicilan BTN Rp1 juta, jadi masih minus Rp300 ribu," ujar dia.

Revisi selanjutnya yang diminta buruh adalah kualitas makan yang hanya dihitung tidak lebih dari Rp600 ribu. Faktanya, lanjut Rusdi, pola makan pekerja lajang sekitar Rp1.350 ribu dengan asumsi, makan pagi misalnya nasi uduk atau bubur ayam dengan teh manis Rp15.000, makan siang Rp15 ribu dan malam nasi goreng Rp15.000. "Totalnya Rp45 ribu dikali 30 sekitar Rp1.350 ribu," ucapnya. Item ketiga, penghitungan transportasi yang seharusnya dihitung pulang pergi. Namun di beberapa daerah masih banyak yang dihitung hanya biaya transportasi hanya sekali jalan yang dihitung Rp200 ribu, padahal biaya transportasi setidaknya Rp500 ribu.

Dengan tiga item ini saja, perlu Rp3 juta, belum lagi dengan 80 item, seperti kesehatan, pakaian, sabun, sampo dan lainnya. Sehingga kesimpulannya, kita bekerja miskin, kalau kita nganggur miskin itu wajar. Nah, ini bekerja tapi upahnya tidak mememnuhi kehidupan sehari-hari. Paket kebijakan ini membuat kita makin miskin.
Kebijakan pemerintah memang bertujuan untuk menyejahterahkan masyarakat, namun ada saja yang di rugikan atau tak merasakan baiknya kebijakan tersebut. Sebenarnya kebijakan ini sangat bagus, mulai dari meringankan konsumsi masyarakat (penurunan BBM, Listrik, dan Gas) hingga mempermudah masyarakat untuk memulai usaha. Apalagi pada akhir tahun 2015 ini Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dan yang paling di tingkat dalam pelaksanaan MEA ini adalah sektor UMKM, kebijakan ini akan sangat membantu bagi UMKM yang sudah ada maupun UMKM yang akan memulai usahanya.





Kamis, 08 Oktober 2015

kebijakan Ekspor Impor

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada mulanya hubungan perdagangan hanya terbatas pada satu wilayah tertentu, tetapi dengan semakin berkembangnya arus perdagangan makan hubungan dagang tersebut tidak hanya di lakukan antara para pengusaha dalam satu negara saja, tetapi juga dengan para pedagangan dari negara lain, tidak terkecuali Indonesia.  Bahkan hubungan-hubungan dagang tesebut semakin beraneka ragam, termasuk cara pembayarannya. Kegiatan ekspor impor didasari oleh kondisi bahwa tidak ada suatu negara yang benar-benar mandiri karena satu sama lain saling membutuhkan dan saling mengisi.
Setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda, baik sumber daya alam, iklim, geografi, demografi,struktur ekonomi, dan struktur sosial. Perbedaan tersebut menyebabkan perbedaan komoditas yang di hasilkan, komposisi biaya yang di perlukan, kualitas dan kuantitas produk. Secara langsung atau tidak langsung membutuhkan pelaksanaan pertukaran barang atau  jasa antara satu negara dengan negara lainnya. Maka dari itu antara negara-negara yang terdapat di dunia perlu terjalin suatu hubungan perdagangan untuk memenuhi kebutuhan tiap-tiap negara tersebut. Transaksi perdagangan internasional yang lebih di kenal dengan istilah ekspor-impor, pada hakikatnya adalah suatu transaksi sederhana yang tidak lebih dari membeli dan menjual barang antara pengusaha-pengusaha yang bertempat tinggal atau berdomisili dinegara-negara yang berbeda. Namun dalam pertukaran barang dan jasa yang menyeberangi  laut ataupun darat ini tidak jarang timbul berbagai masalah yang kompleks antara para pengusaha yang mempunyai bahasa,kebudayaan, adat istiadat, dan cara yang berbeda-beda.
B.    Rumusan Masalah
1.     Apa itu pengertian impor?
2.     Bagaimana kebijakan impor?
3.     Apa itu pengertian ekspir?
4.     Bagaimana kebijakan ekspor?
C.    Tujuan
1.     Mengetahui pengertian impor
2.     Mengetahui apa saja kebijakan impor
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Impor
Dalam perdagangan internasional terdapat dua kegiatan pokok, yaitu kegiatan impor dan kegiatan ekspor. Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri. Orang atau pihak yang mengimpor barang atau jasa tersebut disebut importir.
Kegiatan impor terjadi karena faktor-faktor berikut.
a) Negara pengimpor kekurangan pasokan beberapa barang tertentu.
b) Teknologi yang modern.
c) Harga yang lebih murah.
d) Permintaan pasar atau selera konsumen yang berbeda-beda juga merupakan penyebab importir mendatangkan barang dari luar negeri.
B.    Kebijakan Impor
Kegiatan impor di satu pihak sangat dibutuhkan oleh suatu negara untuk memenuhi kebutuhannya, tetapi di lain pihak dapat merugikan perkembangan industri dalam negeri.
Agar tidak merugikan produk dalam negeri diperlukan adanya kebijakan impor untuk melindungi produk dalam negeri (proteksi) dengan cara berikut.
a) Pengenaan Bea Masuk
b) Kuota Impor
c) Pengendalian Devisa
d) Substitusi Impor
e) Devaluasi
C.    Pengertian Ekspor
Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. Orang atau pihak yangmelakukan kegiatan ekspor disebut eksportir. Kegiatan ekspor yang meningkat akan memberikan keuntungan bagi negara, yaitu negara memperoleh peningkatan pendapatan yaitu dari pajak barang yang dikespor. Selain itu ada pula pihak-pihak dalam negeri yang juga mendapat keuntungan, seperti perusahaan transportasi, perusahaan asuransi, perusahaan penghasil barang yang diekspor. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia terus menggiatkan usaha-usaha yang dapat mendorong kegiatan ekspor.
D.    Kebijakan Ekspor
Ekspor suatu negara harus lebih besar daripada impor agar tidak terjadi defisit dalam neraca pembayaran.
Oleh sebab itu pemerintah selalu berusaha mendorong ekspor melalui kebijakan ekspor dengan cara berikut
1.     Diversifikasi Ekspor/Menambah Keragaman Barang Ekspor
2.     Subsidi Ekspor
3.     Premi Ekspor
4.     Devaluasi
5.     Meningkatkan Promosi Dagang ke Luar Negeri
6.     Menjaga Kestabilan Nilai Kurs Rupiah terhadap Mata Uang Asing
7.     Mengadakan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Internasional




















PENUTUP
Kesimpulan
Dalam perdagangan internasional terdapat dua kegiatan pokok, yaitu kegiatan impor dan kegiatan ekspor. Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri. Orang atau pihak yang mengimpor barang atau jasa tersebut disebut importir. Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. Orang atau pihak yangmelakukan kegiatan ekspor disebut eksportir.

Saran
Ekspor suatu negara harus lebih besar daripada impor agar tidak terjadi defisit dalam neraca pembayaran. Pemerintah berperan penting dalam menaikkan ekspor dan menekan impor.

           
















DAFTAR PUSTAKA
Amir.2001.Korespondenbisnis Ekspor Impor, Jakarta:PPM

Djauhari ahsar, Amirullah.2002.Teori dan prakter Ekspor Impor, Yogya:Graha Ilmu.

Artikel Pmberdayaan Budaya Maritim

PENGEMBANGAN KURIKULUM EKONOMI MARITIM SEBAGAI WUJUD PEMBERDAYAAN BUDAYA MARITIM DI SMA/MA



 











OLEH:
Wahyu Zidni Maghfiroh
NIM: 13187203054






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
STKIP PGRI PASURUAN
JL. KI HAJAR DEWANTARA NO. 27-29 PASURUAN
TAHUN 2015



BIODATA

Nama                                      : Wahyu Zidni Maghfiroh
NIM                                        : 13187203054
Jurusan                                    : Penddikan Ekonomi STKIP PGRI PASURUAN
Alamat                                    :JL. Siha No. 45 Klenang Kidul Banyuanyar Probolinggo
Tempat dan Tanggal Lahir     : Probolinggo, 17 Februari 1995
Golongan Darah                     : A
Jenis Kelamin                         : Perempuan
Agama                                    : Islam
Alamat E-Mail                       : wahyuzidni15@gmail.com
No Handphone                        : 085755758xxx















                                                                                          

1.       Latar Belakang
Indonesia dikenal berkarakter maritim, akan tetapisaat ini minat sebagian besar masyarakat Indonesia untuk mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan bidang maritim masih sangat rendah.Bahkan hanya 1% saja yang menggelutinya, ini tidak sebanding dengan luas laut Indonesia yang mencapai 74%.Untuk itu perlu adanya pmbentukan budaya maritim yang sempat menghilang. Tetapi pembentukan suatu budaya tidak bisa instan, melainkan harus melalui proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
Pada generasi muda saat ini laut hanya dijadikan tempat liburan dan tak sedikit yang mulai mengotori daerah sekitar pantai. Mereka berfoto dengan keindahan alamnya dan menulis caption “keindahan ini harus dijaga dan di lestarikan, aku cinta laut Indonesia” pada foto mereka. Akan tetapi itu hanya menjadi tulisan belaka, selebihnya mereka tidak berbuat apa-apa pada apa yang mereka tulis. Perlu adanya pendidikan dan pembelajaran pada generasi muda terutama pada siswa, karena mereka sebagai penerus sehingga mereka bisa ditanami budaya kemaritiman.Melalui kuikulum pembelajarn maritim Indonesia pada mata pelajaran Ekonomimaritim sebagai wujud pemberdayaan budaya maritim.Mengembangkan kemampuan siswa untuk mendalami budaya maritim, dengan cara mengenal berbagai kenyataan dan peristiwa maritim, memahami konsep dan teori serta berlatih dalam memecahkan masalah maritim yang terjadi selama ini.
Mengapa ini penting untuk dikembangkan?Karena Indonesia sebagai Negara maritim terbesar di dunia.Dengan adanya kurikulum pembelajaran ini seluruh siswa yang mempelajariakan mengerti apa itu budaya maritime? Apa yang perlu dilakukan untuk memajukan budaya maritime? bagaimana cara pelestarian budaya maritime tersebut?

2.     Tujuan
a)       Mewujudkan Negara kelautan dan maritime yang maju, aman dan sejahtera
b)       Mengembangkan budaya maritime bagi masyarakat untuk menumbuhkan pembangunan yang berorientasi kelautan.
c)       Menciptakan sumberdaya manusia kelautan yang profesional, dan mampu mendukung pembangunan kelautan secara optimal
d)       Mewujudkan visi-misi budaya maritime Indonesia melalui pembelajaran di sekolah

3.     Metode
Metode dalam pengembangan kurikulum ini adalah dengan mengkaji budaya maritim seperti, macam-macam hasil laut, Pengolahan hasil laut, mneumbuhkan wisata pantai, pengolahan pelabuhan, migas.

4.     Pembahasan
a.   Pengembangan kurikulum ekonomi maritim
Indonesia sebagai Negara maritim memiliki luas laut Indonesia yang terbesar di seluruh dunia.Dengan panjang pantai berkisar antara 81.000km, tak ada satu Negara pun di dunia ini yang mampu menyamai luas laut Indonesia.Indonesia tersusun atas banyaknya pulau besar dan kecil yang menyebabkan panjangnya garis pantai dan lautnya yang teramat luas.Laut Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan sumber daya alam yang di kandung, sebut saja jenis fauna seperti ikan, udang, kepiting, kerang mutiara, dan masih banyak yang lainnya.Selain itu, laut Indonesia juga menyimpan aneka ragam flora seperti rumput laut dan hutan bakau, terumbu karang dan berbagai jenis mikroba turut meramaikan keanekaragaman hayati dan non hayati yang di miliki oleh laut Indonesia.Namun, belum banyak dipahami betul nilainya bagi bangsa Indonesia.
b.       Langkah awal memulai pengembangan kurikulum maritim
Untuk memulainya pada tataran praktik dan keseharian pada hakekatnya bukanlah perkara sulit karena sebagaimana yang telah diuraikan budaya maritim telah menjadi aktifitas dan rutinitas masyarakat Indonesia, maka pengalaman secara kontektual ini ketika ditransmisikan dalam bentuk kerangka kajian ilmu membutuhkan pemikiran yang matang sehingg dapat dengan mudah mengimplementasikannya.
Disamping itu hal yang cukup urgent juga yang harus dipikirkan oleh guru dan pengembang kurikulum di sekolah khususnya pada jenjang pendidikan menengah adalah mempersiapkan guru/staf pengajar yang berkompeten yang akan mengajar ekonomi maritim sehingga ia mampu menggiring pemahaman siswa untuk dapat memahami ekonomi maritim secara benar.
c.        Pengembangan unsur-unsur kurikulum ekonomi maritim
Komponen kurikulum ekonomi maritim terdiri atas latar belakang, tujuan, isi, aktifitas dan evaluasi.
1.     Latar Belakang
Mengembangkan kemampuan siswa untuk kemaritiman, dengan cara mengenal berbagai kenyataan dan peristiwa maritim, memahami konsep dan teori serta berlatih dalam memecahkan masalah maritim yang terjadi selama ini.
2.     Tujuan
Tujuan mata pelajaran ekonomi maritim di Sekolah Mengah Atas dan Madrasah Aliyah adalah:
a.      Membekali siswa sejumlah konsep ekonomi maritim yang berkembang di dunia dan Indonesia sehinga dapat mengetahui dan mengerti peristiwa dan masalah maritim yang terjadi
b.     Membekali siswa dengan sejumlah konsep ekonomi Maritim serta fenomena-fenomena praktik ekonomi maritim dalam kehidupan sehari-hari terutama yang terjadi di Indonesia.
c.      Menumbuhkan jiwa maritim dalam diri siswa sehingga mampu berfikir, bersikap dan berprilaku maritim sebagai identiatas dalam melakukan aktifitas ekonomi maritim.
d.     Menumbuhkan sikap dan watak kemandirian dalam diri siswa sehingga mampu bersaing dalam lingkungan global dengan tetap mempertahankan identitas nasional sebagai bangsa Indonesia yang berkepulauan maritim.



3. Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup pelajaran ekonomi maritim di SMA/MA secara rinci mencakup aspek-aspek sebagai berikut:
1)       Macam-macam macam-macam hasil laut
2)       Pengolahan hasil laut
3)       Menumbuhkan wisata pantai
4)       pengolahan pelabuhan,
5)       migas

5.     Penutup
Kurikulum Ekonomi Maritim dikembangkan untuk menghadirkan sebuah pemahaman yang komplek sekaligus untuk membentuk minset siswa bahwa ada potensi besar yang belum dikelola dengan baik yakni laut indonesia. Pentingnya pengembangan kurikulum ekonomi maritim diberikan kepada peserta didik disamping untuk melestarikan budaya maritim dan juga sebagai praktik ekonomi maritim yang mampu menjembatani antara idealitas teori yang dipelajari dengan realitas yang ada.Pengembangan kurikulum ekonomi maritim meliputi tujuan, isi, aktifitas dan evaluasi yang dilaksanakan secara terpadu dan sistematis sehingga dapat memenuhi tunutan keilmuan secara teoritisi dan kebutuhan nasional secara idelogis politis.Pengembangan kurikulum maritim membutuhkan segenap kreatifitas terutama oleh guru sebagai pengembang kurikulum sehingga pendekatan yang dipakai mampu memenuhi aspek kogniti, afektif dan psikomotor peserta didik.Pengembangan kurikulum ekonomi maritim dapat dilakukan dengan menciptakan sebuah mata pelajaran baru atau dengan tetap menjadi bahagian dari mata pelajaran ekonomi namun diisi dengan muatan ekonomi maritim secara proporsional.






DAFTAR PUSTAKA
Anonim . 2008. Indonesia Negara Maritim Terbesar Di Dunia .www.nationalintegrationmovement.org Di akses pada tanggal 29 april  2012.