Sabtu, 31 Oktober 2015

Perekonomian jilid 3 dan jilid 4

PEREKONOMIAN JILID 3 DAN JILID 4





UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH
Ekonomi Moneter
Yang dibina oleh Dra. Irfah Rasyida. MM




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCrpCVG2fcW6dgObF3lHZnGsG-LCEVlz4v3EM1-dVscWT-o9JzO44q2IgeS0RJjG9JGeUB61h0Hb6asc8jCcjDV5xci3GUHc9NKxSM4RzwDu0aF7w1fa0l5Skw71MuC8lQXAdznyN5BJ5V/s1600/download.jpg
 













Oleh:
  Wahyu Zidni Maghfiroh (13187203054)





STKIP PGRI PASURUAN
Jl Ki Hajar Dewantara 27-29 Pasuruan
Telp.(0343) 421948 Fax. (0343) 41108






Perekonomian Jilid 3 dan Jilid 4
            Untuk mengatasi dampak pelemahan ekonomi yang tengah melilit perekonomian Indonesia, pemerintah meluncurkan paket kebijakan ekonomi jilid 3 dan jilid 4. Jenis kebijakan ekonomi jilid tiga ini untuk melengkapi dua paket kebijakan ekonomi yang sudah di lansir Presiden Joko Widodo pada September 2015 lalu. Melalui dua paket kebijakan terdahulu, pemerintah melakukan berbagai cara untuk memperbaiki iklim usaha dan mempermudah perizinan usaha.
            Untuk kali ini, pemerintah menambahkan 1 hal lagi selain kemudahan dan kejelasan usaha, yaitu menekan biaya. Paket kebijakan ekonomi jilid 3 ini mencakup 3 hal:
1.     Penurunan harga BBM, Listrik, dan Gas
Pada penurunan 3 komponen ini adalah yang paling utama dalam kebutuhan masyarakat, setiap hari aktivitas kita tidak luput dari 3 hal tersebut.
2.     Perluasan penerima KUR
Untuk meningkatkan akses wirausahawan kepada kredit perbankan, melalui program KUR, Pemerintah telah menurunkan tingkat bunga KUR dari sekitar 22 persen menjadi 12 persen. Dengan kebijakan ini, bank-bank yang menyalurkan KUR didorong melakukan upaya pro-aktif menawarkan kepada yang bersangkutan, sehingga akan meningkatkan peserta KUR sekaligus mendorong tumbuhnya wirausahawan-wirausahawan baru.
3.     Penyederhanaan Izin Pertahanan untuk Kebijakan Penanaman Modal.
Pemerintah juga katanya melakukan langkah penyederhanaan izin, memperbaiki proses kerja perizinan, memperkuat sinergi, peningkatan kualitas pelayanan, serta menggunakan pelayanan yang berbasis elektronik. Kebijakan dalam hal ini lebih efisien waktu, seperti permohonan mendapatkan informasi tentang ketersediaan lahan yang semula bisa di lakukan dalam waktu 7 hari menjadi 3 jam, sangat efisien sekali.

Kemudian pada perekonomian jilid 4 berfokus pada kesejahteraan pekerja. Antara lain formula Upah Minimum Provinsi (UMP), memperluas penyaluran KUR khususnya bagi pekerja yang terkena PHK dan pemberian kredit modal kerja untuk usaha mikro, kecil dan menengah. Hanya yang disesalkan paket kebijakan I-III untuk pengusaha dan paket IV juga untuk kepentingan pengusaha, bukan buat buruh. Ini hanya manipulasi pemerintah, karena kebijakan upah kenaikannya hanya berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) M Rusdi pihaknya meminta revisi perubahan jumlah komponen kebutuhan hidup layak (KHL) baik secara kuantitas maupun kualitas. "Problemnya kalau gunakan frmula inflasi, base line upah kita ini jauh tertinggal dari negara sekitar seperti Thailand, Filipina maupun China yang baseline jauh lebih tinggi," jelasnya.
Probelm kedua, dengan upah hanya Rp1,1 juta atau Rp2,7 juta, maka jika dinaikkan berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang sekitar 10%, maka upah yang didapatkan pekerja hanya sekitar Rp3 juta per bulan. Dia menjelaskan, kualitas KHL item seperti sewa rumah saat ini pada kisaran Rp300-Rp700 ribu per bulan, atau jauh di bawah dari yang diinginkan para buruh. "Idealnya yang kita minta itu cicilan BTN Rp1 juta, jadi masih minus Rp300 ribu," ujar dia.

Revisi selanjutnya yang diminta buruh adalah kualitas makan yang hanya dihitung tidak lebih dari Rp600 ribu. Faktanya, lanjut Rusdi, pola makan pekerja lajang sekitar Rp1.350 ribu dengan asumsi, makan pagi misalnya nasi uduk atau bubur ayam dengan teh manis Rp15.000, makan siang Rp15 ribu dan malam nasi goreng Rp15.000. "Totalnya Rp45 ribu dikali 30 sekitar Rp1.350 ribu," ucapnya. Item ketiga, penghitungan transportasi yang seharusnya dihitung pulang pergi. Namun di beberapa daerah masih banyak yang dihitung hanya biaya transportasi hanya sekali jalan yang dihitung Rp200 ribu, padahal biaya transportasi setidaknya Rp500 ribu.

Dengan tiga item ini saja, perlu Rp3 juta, belum lagi dengan 80 item, seperti kesehatan, pakaian, sabun, sampo dan lainnya. Sehingga kesimpulannya, kita bekerja miskin, kalau kita nganggur miskin itu wajar. Nah, ini bekerja tapi upahnya tidak mememnuhi kehidupan sehari-hari. Paket kebijakan ini membuat kita makin miskin.
Kebijakan pemerintah memang bertujuan untuk menyejahterahkan masyarakat, namun ada saja yang di rugikan atau tak merasakan baiknya kebijakan tersebut. Sebenarnya kebijakan ini sangat bagus, mulai dari meringankan konsumsi masyarakat (penurunan BBM, Listrik, dan Gas) hingga mempermudah masyarakat untuk memulai usaha. Apalagi pada akhir tahun 2015 ini Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dan yang paling di tingkat dalam pelaksanaan MEA ini adalah sektor UMKM, kebijakan ini akan sangat membantu bagi UMKM yang sudah ada maupun UMKM yang akan memulai usahanya.





Kamis, 08 Oktober 2015

kebijakan Ekspor Impor

BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pada mulanya hubungan perdagangan hanya terbatas pada satu wilayah tertentu, tetapi dengan semakin berkembangnya arus perdagangan makan hubungan dagang tersebut tidak hanya di lakukan antara para pengusaha dalam satu negara saja, tetapi juga dengan para pedagangan dari negara lain, tidak terkecuali Indonesia.  Bahkan hubungan-hubungan dagang tesebut semakin beraneka ragam, termasuk cara pembayarannya. Kegiatan ekspor impor didasari oleh kondisi bahwa tidak ada suatu negara yang benar-benar mandiri karena satu sama lain saling membutuhkan dan saling mengisi.
Setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda, baik sumber daya alam, iklim, geografi, demografi,struktur ekonomi, dan struktur sosial. Perbedaan tersebut menyebabkan perbedaan komoditas yang di hasilkan, komposisi biaya yang di perlukan, kualitas dan kuantitas produk. Secara langsung atau tidak langsung membutuhkan pelaksanaan pertukaran barang atau  jasa antara satu negara dengan negara lainnya. Maka dari itu antara negara-negara yang terdapat di dunia perlu terjalin suatu hubungan perdagangan untuk memenuhi kebutuhan tiap-tiap negara tersebut. Transaksi perdagangan internasional yang lebih di kenal dengan istilah ekspor-impor, pada hakikatnya adalah suatu transaksi sederhana yang tidak lebih dari membeli dan menjual barang antara pengusaha-pengusaha yang bertempat tinggal atau berdomisili dinegara-negara yang berbeda. Namun dalam pertukaran barang dan jasa yang menyeberangi  laut ataupun darat ini tidak jarang timbul berbagai masalah yang kompleks antara para pengusaha yang mempunyai bahasa,kebudayaan, adat istiadat, dan cara yang berbeda-beda.
B.    Rumusan Masalah
1.     Apa itu pengertian impor?
2.     Bagaimana kebijakan impor?
3.     Apa itu pengertian ekspir?
4.     Bagaimana kebijakan ekspor?
C.    Tujuan
1.     Mengetahui pengertian impor
2.     Mengetahui apa saja kebijakan impor
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Impor
Dalam perdagangan internasional terdapat dua kegiatan pokok, yaitu kegiatan impor dan kegiatan ekspor. Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri. Orang atau pihak yang mengimpor barang atau jasa tersebut disebut importir.
Kegiatan impor terjadi karena faktor-faktor berikut.
a) Negara pengimpor kekurangan pasokan beberapa barang tertentu.
b) Teknologi yang modern.
c) Harga yang lebih murah.
d) Permintaan pasar atau selera konsumen yang berbeda-beda juga merupakan penyebab importir mendatangkan barang dari luar negeri.
B.    Kebijakan Impor
Kegiatan impor di satu pihak sangat dibutuhkan oleh suatu negara untuk memenuhi kebutuhannya, tetapi di lain pihak dapat merugikan perkembangan industri dalam negeri.
Agar tidak merugikan produk dalam negeri diperlukan adanya kebijakan impor untuk melindungi produk dalam negeri (proteksi) dengan cara berikut.
a) Pengenaan Bea Masuk
b) Kuota Impor
c) Pengendalian Devisa
d) Substitusi Impor
e) Devaluasi
C.    Pengertian Ekspor
Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. Orang atau pihak yangmelakukan kegiatan ekspor disebut eksportir. Kegiatan ekspor yang meningkat akan memberikan keuntungan bagi negara, yaitu negara memperoleh peningkatan pendapatan yaitu dari pajak barang yang dikespor. Selain itu ada pula pihak-pihak dalam negeri yang juga mendapat keuntungan, seperti perusahaan transportasi, perusahaan asuransi, perusahaan penghasil barang yang diekspor. Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia terus menggiatkan usaha-usaha yang dapat mendorong kegiatan ekspor.
D.    Kebijakan Ekspor
Ekspor suatu negara harus lebih besar daripada impor agar tidak terjadi defisit dalam neraca pembayaran.
Oleh sebab itu pemerintah selalu berusaha mendorong ekspor melalui kebijakan ekspor dengan cara berikut
1.     Diversifikasi Ekspor/Menambah Keragaman Barang Ekspor
2.     Subsidi Ekspor
3.     Premi Ekspor
4.     Devaluasi
5.     Meningkatkan Promosi Dagang ke Luar Negeri
6.     Menjaga Kestabilan Nilai Kurs Rupiah terhadap Mata Uang Asing
7.     Mengadakan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Internasional




















PENUTUP
Kesimpulan
Dalam perdagangan internasional terdapat dua kegiatan pokok, yaitu kegiatan impor dan kegiatan ekspor. Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri. Orang atau pihak yang mengimpor barang atau jasa tersebut disebut importir. Ekspor adalah kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri. Orang atau pihak yangmelakukan kegiatan ekspor disebut eksportir.

Saran
Ekspor suatu negara harus lebih besar daripada impor agar tidak terjadi defisit dalam neraca pembayaran. Pemerintah berperan penting dalam menaikkan ekspor dan menekan impor.

           
















DAFTAR PUSTAKA
Amir.2001.Korespondenbisnis Ekspor Impor, Jakarta:PPM

Djauhari ahsar, Amirullah.2002.Teori dan prakter Ekspor Impor, Yogya:Graha Ilmu.

Artikel Pmberdayaan Budaya Maritim

PENGEMBANGAN KURIKULUM EKONOMI MARITIM SEBAGAI WUJUD PEMBERDAYAAN BUDAYA MARITIM DI SMA/MA



 











OLEH:
Wahyu Zidni Maghfiroh
NIM: 13187203054






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
STKIP PGRI PASURUAN
JL. KI HAJAR DEWANTARA NO. 27-29 PASURUAN
TAHUN 2015



BIODATA

Nama                                      : Wahyu Zidni Maghfiroh
NIM                                        : 13187203054
Jurusan                                    : Penddikan Ekonomi STKIP PGRI PASURUAN
Alamat                                    :JL. Siha No. 45 Klenang Kidul Banyuanyar Probolinggo
Tempat dan Tanggal Lahir     : Probolinggo, 17 Februari 1995
Golongan Darah                     : A
Jenis Kelamin                         : Perempuan
Agama                                    : Islam
Alamat E-Mail                       : wahyuzidni15@gmail.com
No Handphone                        : 085755758xxx















                                                                                          

1.       Latar Belakang
Indonesia dikenal berkarakter maritim, akan tetapisaat ini minat sebagian besar masyarakat Indonesia untuk mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan bidang maritim masih sangat rendah.Bahkan hanya 1% saja yang menggelutinya, ini tidak sebanding dengan luas laut Indonesia yang mencapai 74%.Untuk itu perlu adanya pmbentukan budaya maritim yang sempat menghilang. Tetapi pembentukan suatu budaya tidak bisa instan, melainkan harus melalui proses pendidikan dan pembelajaran di sekolah.
Pada generasi muda saat ini laut hanya dijadikan tempat liburan dan tak sedikit yang mulai mengotori daerah sekitar pantai. Mereka berfoto dengan keindahan alamnya dan menulis caption “keindahan ini harus dijaga dan di lestarikan, aku cinta laut Indonesia” pada foto mereka. Akan tetapi itu hanya menjadi tulisan belaka, selebihnya mereka tidak berbuat apa-apa pada apa yang mereka tulis. Perlu adanya pendidikan dan pembelajaran pada generasi muda terutama pada siswa, karena mereka sebagai penerus sehingga mereka bisa ditanami budaya kemaritiman.Melalui kuikulum pembelajarn maritim Indonesia pada mata pelajaran Ekonomimaritim sebagai wujud pemberdayaan budaya maritim.Mengembangkan kemampuan siswa untuk mendalami budaya maritim, dengan cara mengenal berbagai kenyataan dan peristiwa maritim, memahami konsep dan teori serta berlatih dalam memecahkan masalah maritim yang terjadi selama ini.
Mengapa ini penting untuk dikembangkan?Karena Indonesia sebagai Negara maritim terbesar di dunia.Dengan adanya kurikulum pembelajaran ini seluruh siswa yang mempelajariakan mengerti apa itu budaya maritime? Apa yang perlu dilakukan untuk memajukan budaya maritime? bagaimana cara pelestarian budaya maritime tersebut?

2.     Tujuan
a)       Mewujudkan Negara kelautan dan maritime yang maju, aman dan sejahtera
b)       Mengembangkan budaya maritime bagi masyarakat untuk menumbuhkan pembangunan yang berorientasi kelautan.
c)       Menciptakan sumberdaya manusia kelautan yang profesional, dan mampu mendukung pembangunan kelautan secara optimal
d)       Mewujudkan visi-misi budaya maritime Indonesia melalui pembelajaran di sekolah

3.     Metode
Metode dalam pengembangan kurikulum ini adalah dengan mengkaji budaya maritim seperti, macam-macam hasil laut, Pengolahan hasil laut, mneumbuhkan wisata pantai, pengolahan pelabuhan, migas.

4.     Pembahasan
a.   Pengembangan kurikulum ekonomi maritim
Indonesia sebagai Negara maritim memiliki luas laut Indonesia yang terbesar di seluruh dunia.Dengan panjang pantai berkisar antara 81.000km, tak ada satu Negara pun di dunia ini yang mampu menyamai luas laut Indonesia.Indonesia tersusun atas banyaknya pulau besar dan kecil yang menyebabkan panjangnya garis pantai dan lautnya yang teramat luas.Laut Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan sumber daya alam yang di kandung, sebut saja jenis fauna seperti ikan, udang, kepiting, kerang mutiara, dan masih banyak yang lainnya.Selain itu, laut Indonesia juga menyimpan aneka ragam flora seperti rumput laut dan hutan bakau, terumbu karang dan berbagai jenis mikroba turut meramaikan keanekaragaman hayati dan non hayati yang di miliki oleh laut Indonesia.Namun, belum banyak dipahami betul nilainya bagi bangsa Indonesia.
b.       Langkah awal memulai pengembangan kurikulum maritim
Untuk memulainya pada tataran praktik dan keseharian pada hakekatnya bukanlah perkara sulit karena sebagaimana yang telah diuraikan budaya maritim telah menjadi aktifitas dan rutinitas masyarakat Indonesia, maka pengalaman secara kontektual ini ketika ditransmisikan dalam bentuk kerangka kajian ilmu membutuhkan pemikiran yang matang sehingg dapat dengan mudah mengimplementasikannya.
Disamping itu hal yang cukup urgent juga yang harus dipikirkan oleh guru dan pengembang kurikulum di sekolah khususnya pada jenjang pendidikan menengah adalah mempersiapkan guru/staf pengajar yang berkompeten yang akan mengajar ekonomi maritim sehingga ia mampu menggiring pemahaman siswa untuk dapat memahami ekonomi maritim secara benar.
c.        Pengembangan unsur-unsur kurikulum ekonomi maritim
Komponen kurikulum ekonomi maritim terdiri atas latar belakang, tujuan, isi, aktifitas dan evaluasi.
1.     Latar Belakang
Mengembangkan kemampuan siswa untuk kemaritiman, dengan cara mengenal berbagai kenyataan dan peristiwa maritim, memahami konsep dan teori serta berlatih dalam memecahkan masalah maritim yang terjadi selama ini.
2.     Tujuan
Tujuan mata pelajaran ekonomi maritim di Sekolah Mengah Atas dan Madrasah Aliyah adalah:
a.      Membekali siswa sejumlah konsep ekonomi maritim yang berkembang di dunia dan Indonesia sehinga dapat mengetahui dan mengerti peristiwa dan masalah maritim yang terjadi
b.     Membekali siswa dengan sejumlah konsep ekonomi Maritim serta fenomena-fenomena praktik ekonomi maritim dalam kehidupan sehari-hari terutama yang terjadi di Indonesia.
c.      Menumbuhkan jiwa maritim dalam diri siswa sehingga mampu berfikir, bersikap dan berprilaku maritim sebagai identiatas dalam melakukan aktifitas ekonomi maritim.
d.     Menumbuhkan sikap dan watak kemandirian dalam diri siswa sehingga mampu bersaing dalam lingkungan global dengan tetap mempertahankan identitas nasional sebagai bangsa Indonesia yang berkepulauan maritim.



3. Ruang Lingkup
Adapun ruang lingkup pelajaran ekonomi maritim di SMA/MA secara rinci mencakup aspek-aspek sebagai berikut:
1)       Macam-macam macam-macam hasil laut
2)       Pengolahan hasil laut
3)       Menumbuhkan wisata pantai
4)       pengolahan pelabuhan,
5)       migas

5.     Penutup
Kurikulum Ekonomi Maritim dikembangkan untuk menghadirkan sebuah pemahaman yang komplek sekaligus untuk membentuk minset siswa bahwa ada potensi besar yang belum dikelola dengan baik yakni laut indonesia. Pentingnya pengembangan kurikulum ekonomi maritim diberikan kepada peserta didik disamping untuk melestarikan budaya maritim dan juga sebagai praktik ekonomi maritim yang mampu menjembatani antara idealitas teori yang dipelajari dengan realitas yang ada.Pengembangan kurikulum ekonomi maritim meliputi tujuan, isi, aktifitas dan evaluasi yang dilaksanakan secara terpadu dan sistematis sehingga dapat memenuhi tunutan keilmuan secara teoritisi dan kebutuhan nasional secara idelogis politis.Pengembangan kurikulum maritim membutuhkan segenap kreatifitas terutama oleh guru sebagai pengembang kurikulum sehingga pendekatan yang dipakai mampu memenuhi aspek kogniti, afektif dan psikomotor peserta didik.Pengembangan kurikulum ekonomi maritim dapat dilakukan dengan menciptakan sebuah mata pelajaran baru atau dengan tetap menjadi bahagian dari mata pelajaran ekonomi namun diisi dengan muatan ekonomi maritim secara proporsional.






DAFTAR PUSTAKA
Anonim . 2008. Indonesia Negara Maritim Terbesar Di Dunia .www.nationalintegrationmovement.org Di akses pada tanggal 29 april  2012.